Penilaian Kerusakan Lahan
Studi Kasus Β· Tsunami Palu 2018

Penilaian Kerusakan
Lahan Pertanian
Terdampak Bencana

Menggunakan citra satelit resolusi sangat tinggi berbasis deep learning dan machine learning β€” dari segmentasi poligon lahan hingga klasifikasi kerusakan end-to-end.

Mask R-CNN Β· Segmentasi Instance Random Forest Β· Klasifikasi Kerusakan 18 Tile Β· 3.271 Poligon xView2 Score = 0,3103
gulir untuk menjelajahi

01 Β· Konteks Masalah

Bencana, Lahan, dan Kebutuhan Penilaian Cepat

Tsunami Palu 28 September 2018 (M 7,5) berdampak luas pada lahan pertanian di sekitar Teluk Palu. Penilaian kerusakan manual lambat dan berisiko β€” citra satelit VHR membuka peluang otomatisasi berbasis deep learning dan machine learning.

VHR
Citra resolusi sangat tinggi Β±0,5 m/piksel
3
Kelas kondisi lahan yang dinilai
2+2
Model DL + ML yang dibandingkan
E2E
Pipeline integrasi end-to-end

Tiga kelas penilaian kerusakan lahan pertanian:

Tidak Terdampak Terdampak Sedang Terdampak Berat

02 Β· Dataset

18 Tile, 3.271 Poligon, Dua Waktu

Dataset mencakup 18 tile citra (36 GeoTIFF β€” pre & post-disaster) dengan anotasi poligon lahan pertanian berikut label kerusakan hasil digitasi manual.

18Tile citra (36 file GeoTIFF: pre + post-disaster)
3.271Poligon lahan berlabel (27 dibuang karena geometri NULL dari 3.298 mentah)
~1.028Γ—1.022 pxUkuran tile, CRS EPSG:32751, Β±0,5 m/piksel
Test set β€” level tile (4 tile)22,2%
Train CV β€” 14 tile, 4-fold LPT77,8%
Test set β€” level poligon (604)18,5%
Val (491 poligon)15,0%
Train (2.176 poligon)66,5%
Distribusi Kelas Kerusakan (3.271 poligon)

03 Β· Metodologi

Pipeline End-to-End

Tiga tujuan penelitian dirangkai menjadi satu pipeline terpadu: deteksi poligon lahan β†’ ekstraksi fitur perubahan 6 layer β†’ klasifikasi kerusakan, lalu dikemas sebagai aplikasi web live.

T1
Segmentasi Instance Lahan Pertanian (Tujuan 1)
Citra PRE-disaster β†’ Mask R-CNN (Detectron2, R50-FPN) β†’ Poligon lahan pertanian
Dibandingkan dengan: YOLOv8-seg
T2
Ekstraksi Fitur & Klasifikasi Kerusakan (Tujuan 2)
Pasangan PRE & POST β†’ 6 layer fitur kontinu per poligon β†’ Random Forest / LightGBM β†’ 3 kelas kerusakan
T3
Integrasi End-to-End (Tujuan 3)
Mask R-CNN β†’ fitur per poligon terdeteksi β†’ Random Forest β†’ Penilaian end-to-end
Evaluasi: formula skor gabungan xView2 (Gupta dkk., 2019)
WEB
Artefak Web β€” Aplikasi Inferensi Live
Gradio + Hugging Face Spaces ZeroGPU β€” pipeline Tujuan 3 secara interaktif tanpa pelatihan ulang

6 Layer Fitur Perubahan (Tujuan 2)

Layer 1
Batas Lahan
Canny edge β€” degradasi batas fisik lahan (pagar, pematang)
Layer 2
Material Asing
CVA + HSV β€” deposit tsunami: lumpur, sedimen, puing
Layer 3
Kehilangan Tanaman
ExG (Excess Green) β€” perubahan vegetasi hijau pre vs post
Layer 4
Radiometri
CVA + Otsu β€” perubahan piksel radiometrik (tutupan permukaan)
Layer 5
Genangan Air
Water Index RGB β€” deteksi air/genangan sisa tsunami
Layer 6
SAM AnyChange
SAC β€” deteksi perubahan bitemporal semantik berbasis SAM

04 Β· Tujuan 1

Segmentasi Instance Lahan Pertanian

Dua model diuji pada test set 4 tile held-out. Mask R-CNN unggul di 6 dari 8 metrik, terutama pada instance precision yang selisihnya substansial.

Perbandingan Metrik Instance-Level (Test Set)
MetrikYOLOv8-segMask R-CNNSelisih
Instance Precision0,60920,8131+0,204
Instance Recall0,59430,5813βˆ’0,013
Instance F10,59730,6589+0,062
Instance IoU0,74920,8421+0,093
Pixel Precision0,76430,8737+0,110
Pixel Recall0,67480,6467βˆ’0,028
Pixel F10,69630,7178+0,022
Pixel IoU0,53990,5702+0,030
Model Terpilih Β· Mask R-CNN
Keunggulan konsisten pada metrik instance-level (F1 = 0,6589 vs 0,5973) didorong oleh precision jauh lebih tinggi (0,8131 vs 0,6092), sementara selisih recall antar kedua model tidak signifikan (0,013). Stabilitas Mask R-CNN across-fold turut menjadi pertimbangan.
Stabilitas Cross-Validation (4-fold)
  • Mask R-CNN: AP naik monoton di semua fold (10,8 β†’ 18,4 β†’ 30,4 β†’ 32,9) β€” tidak ada fold kolaps.
  • YOLOv8-seg: fold 3 kolaps (val_mAP50_mask β‰ˆ 0,0001); fold 0–2 normal (0,25–0,53).
  • Tile 00000184 (n_gt = 243 poligon) paling sulit untuk kedua model β€” tile terpadat di test set.

05 Β· Tujuan 2

Klasifikasi Kerusakan Lahan

Random Forest dan LightGBM dibandingkan pada 604 poligon test. Cohen's Kappa berbobot kuadratik dipilih sebagai metrik utama karena kelas bersifat ordinal dan distribusi tidak seimbang.

Perbandingan Metrik Keseluruhan (Test Set, 604 poligon)
Kelas (Random Forest)PRF1
Tidak Terdampak 0,90260,45420,6043
Terdampak Sedang 0,03750,10000,0545
Terdampak Berat 0,70000,96640,8119
Urutan Kepentingan Fitur β€” Random Forest (ordinal Gini importance)
#1Batas Lahan
#2Radiometri
#3Material Asing
#4SAM AnyChange
#5Kehilangan Tanaman
#6Genangan Air

Urutan ordinal berdasarkan Gini importance β€” nilai eksak tidak ditampilkan. Layer #1 (Batas Lahan) dikonfirmasi sebagai tertinggi dari analisis. Kelas Terdampak Sedang kolaps (F1 = 0,0545) β€” akar penyebab: label shift train–test Γ— class_weight='balanced_subsample', dikonfirmasi via skenario oracle Tujuan 3.

06 Β· Tujuan 3

Pipeline End-to-End & Evaluasi

Mask R-CNN (Tujuan 1) + Random Forest (Tujuan 2) dijalankan terintegrasi pada 4 tile test. Recall lokalisasi membaik dari 0,58 (standalone) menjadi 0,66 setelah DETECTIONS_PER_IMAGE dinaikkan ke 500.

0,7062
F1 Lokalisasi
P=0,7586 Β· R=0,6606
0,1406
F1 Damage
harmonic mean 3 kelas
0,3103
Skor Gabungan xView2
0,3Γ—F1_lok + 0,7Γ—HM
0,4005
mIoU (4 kelas)
pixel-level Β· micro Β· bg ikut
TileGT Pol.Pred.MatchedF1 Lok.Akurasi Kls.
00000163113107660,63160,5373
000001691551271010,72470,7525
000001842431801460,66670,6986
0000019593112860,80950,8605

Overlay Prediksi per Tile

Tiga panel: ground truth Β· prediksi model Β· peta kesalahan. Klik untuk memperbesar.
Tile 00000163 dalam tiga panel: ground truth, prediksi Mask R-CNN + Random Forest, dan peta kesalahan model terhadap ground truth
Tile 00000163
113 poligon GT Β· F1 lokalisasi 0,6316 Β· akurasi klasifikasi 0,5373
Tile 00000169 dalam tiga panel: ground truth, prediksi Mask R-CNN + Random Forest, dan peta kesalahan model terhadap ground truth
Tile 00000169
155 poligon GT Β· F1 lokalisasi 0,7247 Β· akurasi klasifikasi 0,7525
Tile 00000184 dalam tiga panel: ground truth, prediksi Mask R-CNN + Random Forest, dan peta kesalahan model terhadap ground truth
Tile 00000184
243 poligon GT Β· F1 lokalisasi 0,6667 Β· akurasi klasifikasi 0,6986
Tile 00000195 dalam tiga panel: ground truth, prediksi Mask R-CNN + Random Forest, dan peta kesalahan model terhadap ground truth
Tile 00000195
93 poligon GT Β· F1 lokalisasi 0,8095 Β· akurasi klasifikasi 0,8605
πŸ”¬ Eksperimen Oracle Terkontrol

Kontribusi ketidaksempurnaan geometri deteksi Mask R-CNN terhadap penurunan performa klasifikasi terukur kecil namun konsisten (~0,018 macro-F1) dari skenario oracle terkontrol (n=399 poligon matched identik). Mayoritas keterbatasan tetap berasal dari label shift dan kolaps kelas Terdampak Sedang yang sudah teridentifikasi di Tujuan 2 β€” bukan dari kualitas geometri deteksi.

07 Β· Artefak Web

Aplikasi Web Inferensi Live

Pipeline Tujuan 3 dikemas sebagai aplikasi Gradio dan di-deploy ke Hugging Face Spaces ZeroGPU β€” inferensi end-to-end interaktif, tanpa pelatihan ulang, ~22 detik per pasang citra.

Temuan 1
Portabilitas Ruang Piksel Terbukti
6 layer fitur murni operasi numpy/cv2 pada nilai piksel. Divalidasi 115 poligon β€” ruang piksel vs geografis identik bit-per-bit (max|beda| = 0,0000). CRS hanya label kontainer GeoDataFrame.
Temuan 2
Dua Preprocessing Berbeda, Satu Pipeline
Deteksi: min-max gabungan 3 band (replikasi training Tujuan 1). Fitur: percentile 2–98 per band. Keduanya sengaja berbeda β€” bukan bug, wajib dipertahankan.
Temuan 3
Cara Konversi 8-bit Tentukan Recall
Min-max gabungan: 96,8% lahan terdeteksi. Percentile per band: 40,3%. Model dilatih pada min-max β€” stretch per band merusak keseimbangan warna antar band yang dipelajari model.
Temuan 4
TF32 Menggeser Hasil Lintas Generasi GPU
GPU Ampere+ (ZeroGPU) pakai TF32 secara default; T4 tidak. Solusi: matikan TF32 eksplisit β†’ hasil kembali identik. Implikasi: klaim reproduksibilitas DL perlu menyebut presisi aritmetik.

Validasi Regresi Β· 4 Tile Test Β· acuan: tujuan3_bundle/poligon_prediksi_4tile.gpkg

Jalur InputTerdeteksiKelas BenarStatus
GeoTIFF float32 (32-bit)526/526 (100%)526/526 (100%)βœ“ Identik
PNG 8-bit (min-max gabungan)509/526 (96,8%)469/526 (89,2%)~ Mendekati
PNG 8-bit (percentile per band)212/526 (40,3%)199/526 (37,8%)βœ— Tidak Disarankan
Buka di Hugging Face Spaces

ZaXira/penilaian-kerusakan-lahan Β· Gradio Β· ZeroGPU Β· ~22 detik/pasang citra

08 Β· Kesimpulan

Temuan Utama Penelitian

Ketiga tujuan penelitian terjawab penuh dengan keterbatasan struktural yang terdokumentasi. Pipeline end-to-end berhasil divalidasi 100% identik dan di-deploy sebagai aplikasi web live.

Tujuan 1
Segmentasi Instance
Mask R-CNN lebih unggul dari YOLOv8-seg β€” precision instance lebih tinggi substansial, recall serupa. ~34% lahan aktual tidak terdeteksi (keterbatasan struktural, membaik dari 42% via DETECTIONS_PER_IMAGE=500 di Tujuan 3).
Instance F1 = 0,6589Precision = 0,8131
Tujuan 2
Klasifikasi Kerusakan
Random Forest lebih baik dari LightGBM terutama pada Kappa. Kelas Terdampak Sedang kolaps akibat label shift, dikonfirmasi via oracle. Layer Batas Lahan menjadi fitur terpenting (Gini tertinggi).
Kappa = 0,5556F1-Macro = 0,4903
Tujuan 3 + Artefak
Pipeline End-to-End
Integrasi Mask R-CNN + Random Forest berhasil. Recall lokalisasi naik 0,58β†’0,66. Kontribusi geometri terhadap gap klasifikasi kecil (~0,018 macro-F1). Artefak web tervalidasi 100% identik pada jalur GeoTIFF.
xView2 = 0,3103F1_lok = 0,7062